Rabu, 10 April 2019

JUARA 2 KARATE O2SN CABANG KARATE

SMK NEGERI 1 GABUSWETAN BERHASIL MERAIH MEDALI PERAK DALAM CABANG OLAH RAGA KARATE KATEGORI KATA PERORANGAN PUTRI




Senin, 25 Maret 2019

UNBK SMK NEGERI 1 GABUSWETAN

Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMK Negeri 1 Gabuswetan - Indramayu



Sabtu, 16 Maret 2019

UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) SMKN 1 GABUSWETAN

USBN adalah adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

Kegiatan USBN di SMK Negeri 1 Gabuswetan


Senin, 17 September 2018

OSIS SMKN 1 GABUSWETAN

KEGIATAN PEMILIHAN KEPENGURUSAN OSIS 2018 - 2019

SEJARAH OSIS
Sebelum lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi yang bebagai macam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk bersifat intern sekolah itu sendiri, dan ada pula organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi siswa di luar sekolah. Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah pada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.
Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka timbullah loyalitas ganda, disatu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat Kepala Sekolah, sedang dipihak lain harus tunduk kepada organisasi siswa yang dikendalikan di luar sekolah.
Dapat dibayangkan berapa banyak macam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi di luar sekolah.
Itu sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan di antara para siswa intra sekolah di sekolah masing-masing, setelah mendapat arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.
Oleh karena itu pembanguan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu ditata secara terarah dan teratur.
Betapa besar perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka ditetapkan OSIS sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional. Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalut Pembinaan Kesiswaan”, yaitu:
  1. Organisasi Kesiswaan
  2. Latihan Kepemimpinan
  3. Kegiatan Ekstrakurikuler
  4. Kegiatan wawasan Wiyatamandala
Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok : Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh negative dari luar sekolah. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kasatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar. Sebagai tempat dan sarana untk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berpikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.
KEGIATAN PEMILIHAN KETUA OSIS





Selasa, 07 November 2017

10 TAHUN SMKN 1 GABUSWETAN


SMKN 1 Gabuswetan – Indramayu berada di tengah-tengah masyarakat yang aktivitas ekonominya berbasis pertanian, bahkan letak fisik bangunan sekolahnya juga berada di tengah-tengah sawah. Ribuan hektar sawah membentang di sekitar bangunan SMKN 1 Gabuswetan – Indramayu (pada tahun 2010 Kecamatan Gabuswetan memiliki 5.572 hektar tanah sawah) dan melingkupi 5 kecamatan yang terdekat, yaitu Kecamatan Gabuswetan sendiri, Kecamatan Kroya, Kecamatan Kandanghaur, Kecamatan Terisi dan Kecamatan Bongas, yang semuanya merupakan lumbung pangan Kabupaten Indramayu. Posisi SMKN 1 Gabuswetan – Indramayu juga terletak sekitar 10 km dari pesisir utara jawa ke arah selatan, sehingga dekat dengan aktivitas tambak dan perikanan. Sehingga sangat jelas posisi SMKN 1 Gabuswetan – Indramayu sebagai lembaga pendidikan menengah berada pada posisi sentral masyarakat pertanian (dalam arti luas meliputi pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan). Dengan posisi seperti ini jelas persoalan-persoalan di sektor pertanian akan membawa sekolah ini untuk ikut terlibat, baik tidak langsung karena orang tua siswa sebagian besar bekerja di sektor ini maupun langsung, karena posisi sekolah yang berada di tengah aktivitas ekonomi pertanian ini.
Potensi sekaligus persoalan di sektor pertanian ini membuat SMKN 1 Gabuswetan – Indramayu berfikiir, bersikap dan bertindak untuk bisa memberikan peran membangun pertanian khususnya dan ekonomi masyarakat umumnya yang berada di sekitar lembaga ini.
Sejak lama Kecamatan Gabuswetan dan Kecamatan di sekitarnya dikenal sebagai lumbung pangan Kabupaten Indramayu, bahkan Jawa Barat. Karena itu maka sektor pertanian atau aktivitas ekonomi yang berbasis pada pertanian sudah seharusnya mendapatkan perhatian penting dari semua pihak. Niulai startegis dan potensi yang luar biasa itulah yang mengilhami SMKN 1 Gabuswetan – Indramayu untuk ikut mengembangkan ekonomi lokal yang berbasis pada pertanian.

 Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu, tempat dimana lembaga pendidikan ini berada memiliki jumlah penduduk pada tahun 2010 adalah sebesar 57.391 jiwa, belum Kecamatan lain yang berada di sekitarnya. Dan umumnya pada daerah yang sedang tumbuh dan berkembang, bentuk piramida penduduknya adalah segitiga sama kaki. Bentuk piramida penduduk seperti ini memberikan implikasi pada peyediaan sarana pendidikan dan lapangan pekerjaan yang besar karena komposisi penduduk yang besar terletak pada penduduk usia muda atau usia produktif. Tetapi al ini merupakan potensi karena jumlah tenaga kerja yang tersedia pada kegiatan produktif sangat berlimpah.

Kultur dan tradisi masyarakat pedesaan yang sangat kuat dalam aspek gotong royong dan kebersamaan merupakan modal bagi cepatnya suatu kegiatan berkembang dan menular. Masih digunakannya upacara dan perayaan pada kegiatan sosial merupakan potensi pasar yang sangt besar bagi produk-produk tertentu.
SMK Negeri 1 Gabuswetan bertujuan:  
a)    Memberikan tempat belajar siswa dengan segala perlengkapannya.
b)    Memanfaatkan waktu belajar secara efisien, sehingga waktu  yang tersedia dapat digunakan untuk belajar secara optimal dan produktif.
c)    Agar pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan maksimal, untuk mengembangkan potensi siswa tanpa adanya alasan keterbatasan tempat di sekolah.
d)  Menjadikan sekolah sebagai tempat Pendidikan, Pelatihan dan Lingkungan yang membuat siapapun betah dan di sekolah.
e)  Sebagai pusat penelitian dan pengembangan potensi ekonomi lokal, khususnya yang berbasis pertanian. 
f) Dapat menggali dan memperkuat kearifan dan karakter lokal, serta mengembangkannya sebagai kekuatan daerah.
g)    Mampu berperan sebagai mitra masyarakat lokal dalam mengatasi persoalan sosial ekonomi.
h)   Mampu merubah paradigma masyarakat umumnya dan siswa khususnya terhadap pembelajaran di sekolah.
i)     Menjadikan SMKN 1 Gabuswetan sebagai  Pusat Pengembangan tenaga profesional di bidangnya sehingga mampu di terima di dunia usaha maupun dapat berwirausaha sendiri secara mandiri.       

DATA PERKEMBANGAN SISWA